Warung Khas Lamongan Bu Anny Tegal Viral Karena Harganya, Ada Pembeli Tidak Jujur

By | May 31, 2019
warung bu anny tegal

Berita Android – Menjelang musim mudik Lebaran 2019 sebuah fenomena unik pasti akan terjadi, jika tahun kemarin ada amakanan mahal di daerah dekat pantai, kali ini menu makanan mahal kembali jadi sorotan warga net, Warung milik Bu Anny di daerah Tegal menjadi viral karena harganya yang luar biasa keren.

Seorang pembeli mengeluh di media sosial setelah dikenai harga Rp 700 ribu untuk makanan porsi dua orang yang ia pesan di warung Bu Anny.

Sontak, keluhan pembeli itu menjadi buah bibir para netizen di media sosial dan tersebar luas di jagad maya. Bagaikan jatuh tertimpa tangga, tak jadi bulan-bulanan cibiran netizen, warung Bu Anny pun kini jadi sepi pembeli.

Meski begitu, Bu Anny tetap bersikukuh bahwa dirinya sudah memberikan harga yang pantas untuk makanannya.

Dikutip dari Instagram resmi TribunJateng.com, tampak video lokasi warung lesehan Bu Anny yang terletak di pinggir Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Sekilas, warung lesehan tersebut terlihat sepi.

Beberapa pengguna jalan hanya lalu-lalang tanpa mampir ke warung Bu Anny.

Video kemudian berlanjut ke lokasi dapur warung Bu Anny.

Tempat di mana bahan-bahan masakannya di simpan.

Tampak ikan dan cumi segar dengan ukuran yang relatif cukup besar.

Ya, soal ukuran memang relatif. Apalagi soal harga. Murah bagi Bu Anny belum tentu murah bagi pembeli, begitupun sebaliknya.

Netizen yang budiman pasti memiliki penilaian sendiri atas kejadian yang pastinya tak diinginkan ini.

Jika berkenan, mampirlah ke warung bu Anny.

Jika tak punya cukup uang untuk makan di sana, setidaknya Anda bisa bertanya secara langsung kenapa makanan di sana dibanderol dengan harga yang sekian.

Simak juga, video lengkap yang menunjukkan bahan-bahan makanan atau ukuran ikan dan cumi-cumi di warung bu Anny, Tegal.

Diberitakan sebelumnya, sebuah warung di Tegal mendadak viral, bukan karena kelezatan rasanya, tapi dikeluhkan seorang pembeli, yang merasa harganya sangat mahal untuk sebuah warung kaki lima.

Seorang pembeli, mengeluh di media sosial, dikenai harga Rp 700 ribu setelah membeli makanan untuk porsi dua orang.

Tak pelak, harga fantastis ini membuat warung di Tegal itu jadi cibiran netizen.

Warung di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, itu bukanlah restoran.

Warung itu adalah warung lesehan biasa yang berlokasi di pinggir Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Warung itu bernama Lamongan Indah Lesehan Bu Anny.

Berjarak sekitar 100 meter ke arah timur dari Perempatan PLN, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Slawi.

Warung yang bersebelahan dengan Kantor Kecamatan Slawi itu kini sangat sepi akibat viralnya postingan di Facebook.

Warung yang menjual aneka masakan ala Lamongan dan seafood itu dihujat warganet karena harga tak wajar hingga mencapai Rp 700 ribu untuk satu keluarga.

Saking sepinya, warung yang mulai dibuka sehabis magrib itu baru melayani satu pembeli hingga pukul 20.22, Rabu (22/5/2019).

Tribunjateng.com pun menelusuri lebih jauh dan menemui langsung sang pemilik warung bernama Anny (42), warga asal Malang, Jawa Timur.

Dia mengaku hanya bisa berpasrah diri menerima berbagai hujatan karena dianggap ‘menembak harga’ di momen-momen tertentu, seperti musim mudik Lebaran saat ini.

“Ya, saya mah pasrah. Saya sudah 10 tahun jualan di sini. Pada 2-3 tahun lalu sempat viral kayak gini juga, tapi saya tetap menjaga harga tersebut karena ada rupa ada harga,” cetus Anny didampingi sang suami Sopikhin kepada Tribunjateng.com.

Dia membenarkan bahwa masakan dan dagangan yang dijualnya tidak murah, terlebih masakan seafood.

Sebab, Anny mengklaim bahan-bahan yang dibelinya tidak sembarangan alias berkualitas super.

“Ada rupa, ada harga,”.

“Kami dapat kepiting dari pasar saja harganya bisa Rp 175 ribu hingga Rp 225 ribu per kilogram,”

“Kami pakai jenis kepiting telur dan udang windu yang terkenal besar-besar,”

“Semua fresh, barang-barang dari laut,” ucap Anny.

Kemudian Warung Khas Lamongan Bu Anny Tegal juga biasa membeli jenis udang windu besar di pasaran seharga Rp 150 ribu per kilogram.

Dia memperoleh barang-barang itu di Pasar Cinde, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Cerita Pemilik Warung Khas Lamongan Bu Anny Tegal Yang Memberikan potongan harga kepada pembeli, namun !!!

Warung Khas Lamongan Bu Anny Tegal

“Kalau dari pasarnya saja mahal, ya jelas kami juga akan jual mahal,”.

“Ini aneh saja, saya sudah bertahun-tahun jual di sini. Tapi malah baru viral bahkan dihujat baru-baru ini,” Anny menyayangkan.

Disinggung postingan viral yang diunggah pada Selasa (28/5/2019), dia sangat menyayangkan sikap pembeli.

Dia bercerita, pembeli tersebut membeli beraneka ragam seafood seperti udang, cumi, dan kepiting untuk porsi dua orang.

Kala itu, suami Anny menghidangkan masakan udang windu, kepiting telur, dan cumi yang dilihatnya besar-besar untuk porsi dua orang.

Usai menyantap dan hendak beranjak, Anny menghitung total harga yang harus dibayar pembeli yakni sebesar Rp 700 ribu.

“Kepiting yang kami hidangkan itu beratnya sampai 2 kilogram sehingga harganya menyesuaikan bobot barang.

Namun, pembeli tak punya uang sebanyak itu.

“Akhirnya kami potong untuk membayar Rp 300 ribu saja,” cerita Anny.

Singkat cerita, pengalaman pembeli tersebut lalu diposting ke Facebook hingga akhirnya viral di sosial media.

“Padahal sudah kami potong setengah harganya, malah tidak tahu terima kasih. Semisal pembeli itu membayar total Rp 700 ribu, baru saya ikhlas dikeluhkan di sosial media,”

“Masalahnya, dia sudah dipotong harganya tapi malah seperti itu,” sebut Anny kian kesal.

Dari viralnya warung ini, dia mengaku sempat didatangi dan dimintai keterangan oleh dinas terkait.

Kata Anny, dinas terkait datang atas instruksi Bupati Tegal yang ingin lebih lanjut mengetahui ihwal viralnya kejadian ini.

“Satpol PP tadi siang datang. Namun, kami tetap tegaskan ‘ada rupa, ada harga’.”

“Dari dahulu, kami memang menjual dengan harga segini. Kami tidak main tembak harga seperti yang disangkakan orang lain,” tegasnya.

Video tentang warung bu anny tegal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *